Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 30-V

Anjani Febrianti, Satrio Dan Reynold Harianja

Senin, 28 Maret 2016 - 22:19 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Hilangkan Miss Management

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini, ironis sekali rasanya kalau tercium aroma tidak kompak di Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi-JK. Maka jangan heran kalau banyak yang pesimis target pertumbuhan ekonomi 5,3% seperti yang tertera dalam APBN 2016 tercapai.

Di tengah ketidakharmonisan di tubuh pemerintah, wajah ekonomi juga sedang tidak bersahabat. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia meramalkan bahwa tahun ini pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat, terutama di China. 
Melambatnya perekonomian China jelas saja sebagai kabar buruk bagi perekonomian Indonesia. Sebab, selama ini China merupakan tujuan ekspor utama dari Indonesia.
Problema internal tak kalah beratnya. Salah satu persoalan besar yang dihadapi Indonesia adalah masih buruknya infrastruktur. Padahal, infrastruktur sering dijadikan pertimbangan utama bagi para calon investor yang akan menanamkan modalnya.
Persoalannya, apakah pemerintah bisa membelanjakan anggaran yang besar itu dengan baik? Selama ini, daya serap birokrasi terhadap anggaran infrastruktur begitu rendah dan hampir 50% selalu menumpuk menjelang akhir tahun. Akibatnya, stimulus ekonomi yang ditimbulkan tidak maksimal.
Nah, apakah semua ini bisa dijalankan di tengah lemahnya koordinasi dan seringnya terjadi miss management di tubuh pemerintah? Kalau tidak bisa diatasi, ekonomi nasional bisa makin babak belur.

Anjani Febrianti 
Kampung Melayu Besar, Jakarta Selatan

Negeri Pengutang
Negeri ini memang hobi berutang. Utang yang satu belum beres, utang baru lahir. Belakangan, pemerintah gemar sekali menerbitkan surat utang, lalu ditawarkan kepada investor asing. Sekarang, giliran Bank Sentral Cina atau The People’s Bank of Cina (PBOC) yang ditawarkan. Kementerian Keuangan menawarkan PBOC untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN).
Hanya saja, hobi pemerintah yang suka berutang kepada investor asing bukan tanpa bahaya. Saat ini saja terdapat dana ratusan triliun yang ditempatkan investor asing di SBN. Setumpuk dana asing ini rawan kabur jika Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuan.
Sudah bisa dibayangkan betapa ngerinya jika investor ramai-ramai menarik dananya dari Indonesia. Tahun lalu saja ketika The Fed mulai memangkas dana stimulus (tapering), pasar saham dan pasar uang di dunia—tak terkecuali Indonesia—panik. Aksi lepas barang yang dilakukan para investor asing ini pun telah menekan nilai tukar rupiah dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan ambruk.
Apalagi, saat ini perekonomian Indonesia masih berjalan  lambat. Dengan kondisi begini, kepemilikan asing di SBN sangat rawan. Jika mereka melihat negeri ini sudah tak menguntungkan, mereka dalam sekejap bisa eksodus. Dari sinilah ledakan krisis bakal terjadi. 

Satrio 
Panglima Polim V, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan

Reshuffle Kabinet
Isu reshuffle kabinet yang beredar di masyarakat, saat ini masih menjadi misteri. Sebab hingga saat ini belum ada kepastian kapan rencana itu akan direalisasikan dan akan diumumkan oleh Presiden Jokowi.  Anehnya, nama-nama menteri yang akan diganti karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dan menggantikannya sudah beredar. 
Santer terdengar, perombakan kabinet  muncul karena diduga Presiden Jokowi mulai marah terhadap menteri yang kerap membuat gaduh dan menteri yang lambat dalam bekerja. Perombakan kabinet jilid II pun menjadi ajang pembuktian bahwa Presiden Jokowi tegas dalam mengambil keputusan dan kebijakan strategis. 
Reshuffle sendiri adalah  salah satu hak prerogratif yang dimiliki oleh presiden, sebagai langkah melakukan penyegaran kabinet. Karena itu, sebagai anggota masyarakat saya berharap tak ada campur tangan dari orang-orang yang berada di lingkaran presiden. Biarlah Jokowi menentukan sendiri para pembantunya.  
Saya pun berharap, presiden segera mengumumkan perombakan menteri secepatnya. Jangan lagi ditunda dan semoga tidak ada keraguan presiden dalam mengganti dan merombak susunan kabinetnya. Jangan sampai  ada kekuatan politik yang menyanderanya atau pun masih ada deal-deal politik.

Reynold Harianja
Bintaro Jaya  Sektor III, Jakarta Selatan

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.