Sabtu, 16 November 2019 | Jakarta, Indonesia

Jakarta-Beijing Untuk Siapa?

Latihono Sujantyo

Senin, 04 April 2016 - 20:49 WIB

Dahlan RP
Dahlan RP
A A A

Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping bisa dibilang adalah pelopor transformasi pembangunan ekonomi jangka panjang negaranya.

Kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi China digenjot setinggi-tingginya, kini Jinping mendinginkan agar tidak terlalu panas. Meskipun tetap menganut rezim pertumbuhan tinggi, tetapi harus bergerak dalam batas yang wajar, yakni sekitar 7%.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi memang telah membuat konsumsi energi dan mineral China diluar kendali. Akibatnya, China menjadi sangat rentan terhadap defisit pasokan energi dan mineral.

Nah, sebagai pemilik sumber energi berlimpah, Indonesia sudah bertahun-tahun memasok gas dan batu bara berharga murah ke China. Tak jelas, berapa besar yang diekspor ke sana mengingat banyaknya kasus penyelundupan  batu bara ke luar negeri. Secara resmi, ekspor batu bara Indonesia ke  China adalah sekitar 60 juta ton per tahun.

China tentu sangat senang pada gairah Indonesia jadi pemasok batu bara nomor satu. Sebab, batu bara adalah salah satu kunci utama di balik keajaiban ekonomi China. Lihat saja, seiring kepesatan kemajuan ekonominya, konsumsi batu bara China juga meroket. Pada 2010, China telah menjadi konsumen energi terbesar kedua di dunia setelah AS, dan 69% di antaranya berasal dari batu bara. Dengan kata lain, separuh dari konsumsi batu bara di dunia ada di China.

Sebagai pemenuh dahaga China pada batu bara, Indonesia memang dapat duit banyak. Tapi harga yang dibayar juga sangat mahal, yaitu kerusakan lingkungan.

China menyadari soal ini. Apalagi, mereka ditekan terus menerus dari para pecinta lingkungan di seluruh dunia agar mengurangi penggunaan batu bara.  Itulah sebabnya, Beijing telah menargetkan pengurangan penggunaan batu bara sampai lebih dari 30% dalam beberapa tahun mendatang.

Hanya saja, para pembuat PLTU bertenaga batu bara di China  tak begitu terlalu khawatir. Sebab, Pemerintah Indonesia saat ini sedang gandrung memakai PLTU berbahan bakar batu bara buatan China. Sejumlah BUMN juga telah mulai mengganti boiler dari tenaga gas atau minyak menjadi batu bara.

Peristiwa ini mengingatkan orang ketika Presiden Soekarno memprakarsai terbentuknya Poros Jakarta-Peking.  Bedanya, kalau dulu karena Indonesia butuh dana dan senjata dari China untuk berkonfrontasi melawan persekutuan Commonwealth yang dipimpin Inggris di Semenanjung Malaya, sekarang Jakarta-Beijing untuk siapa?

Tag

  1. laput31

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…