Rabu, 23 Oktober 2019 | Jakarta, Indonesia

Memilih Kembali ke Indonesia

Sri Wulandari

Senin, 11 April 2016 - 21:30 WIB

Riset
Riset
A A A

Terlibat dalam penemuan spetakuler, yang disebut Partikel Tuhan, Haryo tak tergiur gemerlap negara orang. Dia memilih kembali ke Indonesia, berkarya untuk negeri tercinta.

Sebutlah nama Suharyo Sumowidagdo, maka para ilmuwan dunia akan tahu siapa dia. Namanya mencorong se antero dunia saat dia terlibat dalam penemuan partikel Higgs-boson. Zat ini kerap disebut ‘Partikel Tuhan’ lantaran disebut bisa membantu manusia menjelaskan asal-usul alam semesta. Penemuan partikel tersebut sudah lama ditunggu oleh para ilmuwan yang rela menunggu lebih dari 20 tahun dan melibatkan 3.000 ilmuwan dari 40 negara untuk menyelesaikannya.

European Organization for Nuclear Research (Pusat Penelitian Nuklir Eropa) atau Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire (CERN) atau European Organization for Nuclear Research (CERN) mengumumkan penemuan itu pada  4 Juli, beberapa tahun  lalu. Kisah perjalanan para ilmuwan tersebut mencari partikel ini kemudian terekam pada sebuah film dokumenter yang menghabiskan waktu 4 tahun untuk diselesaikan dengan judul ParticleFever.

Para ilmuwan sedunia menyebut, berkat penemuan itu revolusi ilmu pengetahuan terjadi. Penemuan partikel baru tersebut telah mengubah penjelasan sederhana tentang komposisi atom dan juga alam semesta. Sebuah atom selama ini diketahui memiliki komposisi yang terdiri atas proton (bermuatan positif), elektron (negatif), dan neutron (netral). Tapi, kini ada lagi tambahan: higgs-boson.

Berkat kontribusinya, pria yang karib disapa Haryo ini mendapatkan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) ke-XIII tahun 2015 sebagai peneliti muda berprestasi. Namanya juga terdaftar di urutan pertama ketika Situs Webometric merilis daftar ilmuwan top Indonesia berdasarkan kemunculan mereka dan banyaknya kutipan hasil penelitian mereka di Google Scholar Citation. Kata Haryo, keuntungan seorang peneliti memiliki profil di Google Cendekia ialah profil sivitas peneliti tersebut secara de facto akan banyak dilihat orang.

“Sudah banyak orang Indonesia yang menekuni fisika partikel teori, namun sangat sedikit yang menekuni fisika partikel eksperimen,” ujar pria yang hobi kuliner ini.  Fisika partikel, terutama bagi Indonesia yang masih berkutat dengan pembangunan ekonomi, ternyata dianggap tidak aplikatif. Menurut Haryo, pandangan tersebut sebenarnya salah.

FISIKA PARTIKEL EKSPERIMEN

Lulusan program sarjana dan master dari jurusan Fisika Universitas Indonesia serta memperoleh gelar Ph.D dari Florida State University ini, merancang perangkat lunak buat memantau partikel Higgs-boson di Laboratorium CERN, Kota Jenewa, Swiss. Selain itu, dia juga  menamatkan program doktoral di di University of California Riverside, Amerika Serikat pada 2008

Haryo terlibat dalam proyek penumbuk proton-proton Large Hadron Collider (LHC) secara tidak langsung. Ia menjadi anggota Compact Muon Solenois (CMS), sebuah eksperimen fisika partikel yang terletak di LHC. Sejak 30 Maret 2010, CERN memulai eksperimen LHC untuk menemukan partikel Boson Higgs atau dikenal dengan partikel Tuhan. Pencarian partikel tersebut sudah dilakukan peneliti dunia sejak 2002. Untuk mencari partikel Tuhan tersebut, LHC memiliki eksperimen yang disebut ATLAS.

Haryo bertanggung jawab untuk pengoperasian dan pemeliharaan detektor muon (salah satu partikel penyusun materi). Selain itu, Haryo juga berperan mengambil data di ruang kontrol. Secara spesifik, Haryo ikut serta dalam pembuatan software sistem kendali bagi detektor muon. Detektor berada 100 meter di bawah tanah sehingga pengendalian harus dilakukan lewat jarak jauh dengan sistem kendali.

Tahun 2009, pria  kelahiran  Singaraja, Bali, 25 Oktober 1976 ini , pindah dari Fermilab di Chicago ke CERN di Jenewa. Di CERN, dia berperan sebagai teknisi, pembimbing, dan fisikawan.  Sebagai teknisi, Haryo menulis program kendali dan kontrol untuk alat ksperimennya. Alat eksperimen fisika partikel tidak dijual di toko. Sebagai pembimbing, dia  membimbing dan menjadi tempat bertanya para mahasiswa program doktoral.

Interaksinya dengan mahasiswa terjadi dua arah, karena dia juga kadang bertanya kepada mereka. Sebagai fisikawan, Haryo menganalisis data untuk melakukan pengukuran besaran fisika atau mencari penemuan baru dalam bidang fisika. Kemudian menulis karangan ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah.

Kini Haryo berkarir di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2013 silam. Saat itu, dia diterima bekerja di Pusat Penelitian (Puslit) Informatika LIPI. Di tempat kerjanya tersebut, ia menangani riset jaringan yang terkait dengan riset kolaboratif antara LIPI dengan CERN. Selain itu, ia juga aktif dalam membangun kegiatan fisika, terutama fisika partikel eksperimen di Indonesia.

Haryo memang memilih kembali ke Indonesia untuk mengembangkan riset di negeri kelahirannya tersebut ketimbang di negeri orang.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…