Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Memilih Kembali ke Indonesia

Sri Wulandari

Senin, 11 April 2016 - 21:30 WIB

Riset
Riset
A A A

Terlibat dalam penemuan spetakuler, yang disebut Partikel Tuhan, Haryo tak tergiur gemerlap negara orang. Dia memilih kembali ke Indonesia, berkarya untuk negeri tercinta.

Sebutlah nama Suharyo Sumowidagdo, maka para ilmuwan dunia akan tahu siapa dia. Namanya mencorong se antero dunia saat dia terlibat dalam penemuan partikel Higgs-boson. Zat ini kerap disebut ‘Partikel Tuhan’ lantaran disebut bisa membantu manusia menjelaskan asal-usul alam semesta. Penemuan partikel tersebut sudah lama ditunggu oleh para ilmuwan yang rela menunggu lebih dari 20 tahun dan melibatkan 3.000 ilmuwan dari 40 negara untuk menyelesaikannya.

European Organization for Nuclear Research (Pusat Penelitian Nuklir Eropa) atau Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire (CERN) atau European Organization for Nuclear Research (CERN) mengumumkan penemuan itu pada  4 Juli, beberapa tahun  lalu. Kisah perjalanan para ilmuwan tersebut mencari partikel ini kemudian terekam pada sebuah film dokumenter yang menghabiskan waktu 4 tahun untuk diselesaikan dengan judul ParticleFever.

Para ilmuwan sedunia menyebut, berkat penemuan itu revolusi ilmu pengetahuan terjadi. Penemuan partikel baru tersebut telah mengubah penjelasan sederhana tentang komposisi atom dan juga alam semesta. Sebuah atom selama ini diketahui memiliki komposisi yang terdiri atas proton (bermuatan positif), elektron (negatif), dan neutron (netral). Tapi, kini ada lagi tambahan: higgs-boson.

Berkat kontribusinya, pria yang karib disapa Haryo ini mendapatkan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) ke-XIII tahun 2015 sebagai peneliti muda berprestasi. Namanya juga terdaftar di urutan pertama ketika Situs Webometric merilis daftar ilmuwan top Indonesia berdasarkan kemunculan mereka dan banyaknya kutipan hasil penelitian mereka di Google Scholar Citation. Kata Haryo, keuntungan seorang peneliti memiliki profil di Google Cendekia ialah profil sivitas peneliti tersebut secara de facto akan banyak dilihat orang.

“Sudah banyak orang Indonesia yang menekuni fisika partikel teori, namun sangat sedikit yang menekuni fisika partikel eksperimen,” ujar pria yang hobi kuliner ini.  Fisika partikel, terutama bagi Indonesia yang masih berkutat dengan pembangunan ekonomi, ternyata dianggap tidak aplikatif. Menurut Haryo, pandangan tersebut sebenarnya salah.

FISIKA PARTIKEL EKSPERIMEN

Lulusan program sarjana dan master dari jurusan Fisika Universitas Indonesia serta memperoleh gelar Ph.D dari Florida State University ini, merancang perangkat lunak buat memantau partikel Higgs-boson di Laboratorium CERN, Kota Jenewa, Swiss. Selain itu, dia juga  menamatkan program doktoral di di University of California Riverside, Amerika Serikat pada 2008

Haryo terlibat dalam proyek penumbuk proton-proton Large Hadron Collider (LHC) secara tidak langsung. Ia menjadi anggota Compact Muon Solenois (CMS), sebuah eksperimen fisika partikel yang terletak di LHC. Sejak 30 Maret 2010, CERN memulai eksperimen LHC untuk menemukan partikel Boson Higgs atau dikenal dengan partikel Tuhan. Pencarian partikel tersebut sudah dilakukan peneliti dunia sejak 2002. Untuk mencari partikel Tuhan tersebut, LHC memiliki eksperimen yang disebut ATLAS.

Haryo bertanggung jawab untuk pengoperasian dan pemeliharaan detektor muon (salah satu partikel penyusun materi). Selain itu, Haryo juga berperan mengambil data di ruang kontrol. Secara spesifik, Haryo ikut serta dalam pembuatan software sistem kendali bagi detektor muon. Detektor berada 100 meter di bawah tanah sehingga pengendalian harus dilakukan lewat jarak jauh dengan sistem kendali.

Tahun 2009, pria  kelahiran  Singaraja, Bali, 25 Oktober 1976 ini , pindah dari Fermilab di Chicago ke CERN di Jenewa. Di CERN, dia berperan sebagai teknisi, pembimbing, dan fisikawan.  Sebagai teknisi, Haryo menulis program kendali dan kontrol untuk alat ksperimennya. Alat eksperimen fisika partikel tidak dijual di toko. Sebagai pembimbing, dia  membimbing dan menjadi tempat bertanya para mahasiswa program doktoral.

Interaksinya dengan mahasiswa terjadi dua arah, karena dia juga kadang bertanya kepada mereka. Sebagai fisikawan, Haryo menganalisis data untuk melakukan pengukuran besaran fisika atau mencari penemuan baru dalam bidang fisika. Kemudian menulis karangan ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah.

Kini Haryo berkarir di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2013 silam. Saat itu, dia diterima bekerja di Pusat Penelitian (Puslit) Informatika LIPI. Di tempat kerjanya tersebut, ia menangani riset jaringan yang terkait dengan riset kolaboratif antara LIPI dengan CERN. Selain itu, ia juga aktif dalam membangun kegiatan fisika, terutama fisika partikel eksperimen di Indonesia.

Haryo memang memilih kembali ke Indonesia untuk mengembangkan riset di negeri kelahirannya tersebut ketimbang di negeri orang.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 45 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 1 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 18 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 21 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.