Senin, 22 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Serangan Sohib Lama

Setyo Adhi Nugroho

Senin, 18 April 2016 - 22:44 WIB

Riset
Riset
A A A

Rini kerap menjadi bulan-bulanan elit PDI Perjuangan dan lawan-lawan politiknya. Sebaliknya, Dahlan Iskan mengaguminya. 

Dua bulan sejak menjadi Menteri BUMN, hubungan Rini Soemarno dengan elit PDI Perjuangan—terutama Ketua Umum Megawati Soekarnoputeri—mulai tak mesra. Entahlah apa yang menjadi penyebab. Yang jelas, sejak saat itu serangan demi serangan terhadap Rini kerap dilancarkan. 
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang juga kader PDI Perjuangan pernah  ‘menyerang’ bahwa ada salah satu menteri Kabinet Kerja yang menghina Presiden Jokowi. Banyak orang  melirik  ‘tembakan’ Tjahjo diarahkan ke Rini. 
Anehnya, beberapa saat setelah Tjahjo melepaskan ‘tembakannya’, beredar transkrip hasil rekaman seseorang yang isinya ‘mengecilkan’ Presiden Jokowi.  Dalam waktu sekejap, transkrip hasil rekaman ini sudah berada di tangan para wartawan. 
“Kalau memang saya hrs dicopot, silakan! Yg penting presiden bisa tunjukan apa kesalahan saya dan jelaskan bahwa atas kesalahan itu, saya pantas di copot! Belum tentu juga Presiden ngerti, apa tugas saya. Wong! Presiden juga nggak ngerti apa-apa.”
Begitulah kalimat dalam transkrip hasil rekaman tersebut. Benarkah Rini mengumbar kalimat seperti itu? Rini membantah. Menurut Rini,  bahasa yang ada dalam transkrip tersebut bukanlah bahasa yang biasa dipakainya sehari-hari. 
Begitu pula halnya Rieke Diah Pitaloka. Kader PDI Perjuangan yang menjadi Ketua Pansus Pelindo II DPR dalam rapat paripurna DPR merekomendasikan agar Presiden Jokowi memecat Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo II RJ Lino. Lino sendiri sudah dicopot dan kini menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) pada tahun 2010.
Memang, sejak dipilih Presiden Jokowi menjadi Menteri BUMN Oktober tahun lalu, Rini sudah memunculkan kontroversi. Oleh lawan-lawan politiknya, dia dianggap tokoh yang tak cakap menduduki kursi Menteri BUMN. 
Rini kemudian menjadi makanan empuk sejumlah politisi. Sejumlah kasus lama dibongkar kembali  dan berbagai tuduhan dilontarkan. Tapi sejauh itu pula tak ada bukti yang bisa menjerat Rini menjadi tersangka. 

PROFESIONAL SENIOR

Rini adalah adik kandung Ari Soemarno, bekas Direktur Utama PT Pertamina, yang pernah dituduh sebagai salah satu gembong mafia migas saat itu. Rini mulai dikenal di kalangan PDI Perjuangan saat ditarik oleh Presiden 2001-2004 Megawati menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. 
Sejak saat itu, hubungan Rini dengan Megawati terlihat akrab. Kebetulan juga, almarhum ayah Rini, Soemarno Sosroatmojo, merupakan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Kabinet Kerja III periode 1960-1962 yang dipimpin Soekarno. Selain itu, kakak tertua Rini adalah teman dekat Guntur Soekarnoputera, kakak Megawati. Jadi,  kloplah kalau dua wanita ini kemudian berkawan akrab.  
Setelah keduanya tak lagi aktif di pemerintahan, hubungan Megawati dan Rini masih terjalin baik. Dalam berbagai acara besar PDI Perjuangan, Rini beberapa kali terlihat. Wajah Rini semakin sering muncul menjelang dan sesudah Pemilu Presiden 2014, sebagai bagian dari tim pemenangan pasangan Jokowi-JK. Bahkan, saat Jokowi menjadi presiden terpilih, Rini diangkat sebagai Kepala Staf Tim Transisi.
Meski demikian, sejauh ini tak ada catatan bahwa Rini merupakan kader ataupun anggota PDI Perjuangan. “(Rini) bukan (kader). Anggota partai juga bukan,” kata Hasto Kristiyanto saat masih menjabat Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan. 
Makanya, ketika Rini ditunjuk menjadi Menteri BUMN, tak banyak orang yang kaget. Mereka mengatakan, semua ini berkat Megawati. Padahal, kabar yang santer terdengar, Mega sama sekali tak mengusulkan nama Rini masuk dalam jajaran kabinet. Presiden Jokowi sendiri yang memilih Rini menjadi Menteri BUMN. 
“Profesional, CEO, pekerja keras, Ketua Tim Transisi, pernah jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, pekerja yang super cepat, lincah sekali,” kata Jokowi saat memperkenalkan Rini sebagai Menteri BUMN di halaman Istana Merdeka, hari Minggu sore (26/10/2014). 
Tak ada yang ragu kalau Rini seorang profesional. Wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 ini, memang dikenal sebagai profesional yang sudah mengantongi jam kerja cukup tinggi di dunia bisnis. 
Tahun 1989 Rini bergabung ke PT Astra International. Di perusahaan otomotif, yang saat itu mayoritas sahamnya dimiliki William Soeryadjaya, ia diberi jabatan sebagai General Finance Division. Tahun 1990, di usianya 32 tahun, jabatannya naik menjadi Direktur Keuangan Astra. 
Tahun 1998 Rini dipercaya menjadi menjadi Presiden Direktur Astra dan ditugaskan membenahi Astra yang saat itu sedang terpuruk dihantam krisis ekonomi dan moneter. 
Setelah tak lagi di Astra, Rini kemudian menjadi komisaris di Agrakom. Ia juga mendirikan pabrik sepeda motor Kanzen. 
Dengan sederet pengalaman itu, tak heran kalau Rini dijuluki sebagai wanita hebat. “Bu Rini itu 10 tahun lebih muda dari saya. Tapi pengalamannya jauh lebih senior. Bahkan, ketika beliau menjabat pimpinan di Grup Astra, waktu itu saya masih menjadi wartawan,” kata Dahlan Iskan, mengawali sambutannya pada acara serah terima jabatan Menteri BUMN kepada Rini di Kementerian BUMN, Oktober tahun lalu.

Tag

  1. laput33

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 6 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 7 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 9 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 10 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 13 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 13 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 15 jam yang lalu

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.

Business 20/07/2019 11:43 WIB

RUU Minerba Masuki Tahap Sinkronisasi

Pemerintah melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang perubahan atas Undang-Undang (UU) Tahun 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Business 20/07/2019 11:00 WIB

Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah Aman

Bank Mandiri menjamin simpanan nasabah di bank itu aman. Bank pelat merah itu pun menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening.