Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 34-V

Zaenuddin Amin, Sukarna Dan Budianto

Senin, 25 April 2016 - 22:14 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Bahagia dan Sedih Jadi Satu

Baru setelah sepekan sejak otoritas negeri menyampaikan keberhasilannya membekuk terpidana kasus penyalahgunaan dana BLBI, Samadikun Hartono, buronan tersebut baru bisa kembali diseret ke Tanah Air.

Samadikun sendiri meninggalkan Indonesia sejak 2003. Kala itu, sejatinya terpidana 4 tahun kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169,4 miliar, yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Modern ini, sudah akan dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung. 
Namun, negara kalah cepat. Samadikun pun keburu menghilang dari Tanah Air.  Dua pekan lalu, saat ditangkap, Samadikun tengah kedapatan hendak menonton pertandingan F1 di Shanghai, China. 
Menengok kilas balik cerita penangkapan penjahat kerah putih kelas kakap itu, ada bahagia dan sedih berbaur menjadi satu. Bahagia karena akhirnya satu dari sekian banyak buronan kakap berhasil ditangkap.
Tapi kesedihan muncul karena nyatanya masih berderet nama koruptor kakap lain yang hingga kini masih melenggang bebas di atas bumi dengan dana negeri bernilai triliunan di genggaman mereka. Dan,  nyatanya tak mudah menyeret mereka kembali ke ranah hukum Indonesia.
Semoga saja penangkapan kali ini dapat menjadi semangat dan motivasi baru bagi seluruh aparat di negeri ini. Bahwa hukum adalah panglima dan penegakan atas aturan yang ada harus dilakukan. 

Zaenuddin Amin
Pejompongan, Jakarta Pusat

Mudah Mengukur Hasil Kinerja
Banjir kembali menyergap Jakarta. Hujan besar yang terjadi beberapa hari pada pekan lalu, dikabarkan mengakibatkan sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam air. 
Memang yang terjadi pekan lalu itu tidaklah sehebat rendaman yang terjadi pada 2007. Hanya paling tidak, warga Ibu Kota, yang selama ini dilenakan dengan jargon “genangan” menyadari, betapa sebenarnya ancaman yang ada belum berubah. 
Banjir tetap menjadi masalah di kota megapolitan ini, yang tentu menghantui warganya. Dan, dari fakta yang terungkap itulah,  hendaknya otoritas Jakarta Raya lebih membuka diri. Untuk mau berbenah secara sungguh-sungguh. Ketimbang hanya berkutat dengan pernyataan-pernyataan yang menghebohkan atau memancing kontroversial.
Sebab warga Jakarta sejatinya sudah sangat bosan dengan janji-janji. Jika kinerja aparat dalam mendorong perbaikan bagi kehidupan warga Ibu Kota tak kunjung terjadi, di era demokrasi seperti ini, akibatnya akan sangat mudah diukur dan terlihat. 

Sukarna
Pela Mampang, Jakarta Selatan

Masih Harus Sabar
Di tengah terus menggilanya himpitan ekonomi yang terjadi di negeri ini, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yaitu BI Rate diketahui sudah turun 3 kali sejak awal tahun ini. Yakni, sebanyak 0,75% menjadi 6,75%. Lantas apakah pengaruh signifikan kebijakan tersebut bagi masyarakat? 
Tentunya masyarakat Indonesia banyak menaruh harapan. Termasuk harapan terhadap dunia perbankan untuk segera menurunkan bunga kreditnya.  Namun menengok sejumlah pemberitaan terkait itu, agaknya kami warga masyarakat harus lebih panjang mengulur tali harapan. 
Pasalnya, pihak Bank Negara Indonesia (BNI), lewat  Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budimarmo, justru menjelaskan, pihaknya selalu menyesuaikan suku bunga dengan kondisi makro ekonomi, khususnya BI rate. BNI belum akan menurunkan suku bunga kredit dalam waktu dekat, sebab selain menunggu penurunan BI rate, bank tersebut juga menanti pemangkasan special rate bunga deposito. 
Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun agaknya bersikap setali tiga uang. Pihak perusahaan lewat Hari Siaga mengatakan, BRI mengantisipasi perubahan BI rate dengan terus mengurangi porsi deposito. Peluang penurunan bunga kredit semakin sulit lantaran bankir yakin BI rate masih bakal tetap. 
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, salah satu pertimbangan Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan adalah faktor likuiditas. Nah, di awal tahun ini, permintaan likuiditas tinggi untuk membiayai infrastruktur. 
Jadi inti yang terlihat adalah, para bankir cenderung masih menahan penurunan bunga kredit. Kendati, BI rate sudah susut 25 basis poin (bps) menjadi 7,25% pada 14 Januari 2016 lalu. Maka, sebagai warga negeri ini, agaknya saya harus ikut mengulur dulu tali kesabaran.

Budianto
Gandaria, Jakarta Selatan

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 38 menit yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 15 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 16 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 17 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 19 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 20 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 23 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 24 jam yang lalu

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.

Business 22/07/2019 08:18 WIB

OJK Gelar Pertemuan Bilateral dengan Bank of Thailand

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan pertemuan bilateral dengan Bank of Thailand (BoT) di Bangkok, Jumat (19/7) dalam rangka penguatan kerja sama peran sektor jasa keuangan di kedua negara.

Business 21/07/2019 11:03 WIB

OJK Terus Pantau Upaya Mitigasi Bank Mandiri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut.