Minggu, 19 Mei 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 34-V

Zaenuddin Amin, Sukarna Dan Budianto

Senin, 25 April 2016 - 22:14 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Bahagia dan Sedih Jadi Satu

Baru setelah sepekan sejak otoritas negeri menyampaikan keberhasilannya membekuk terpidana kasus penyalahgunaan dana BLBI, Samadikun Hartono, buronan tersebut baru bisa kembali diseret ke Tanah Air.

Samadikun sendiri meninggalkan Indonesia sejak 2003. Kala itu, sejatinya terpidana 4 tahun kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169,4 miliar, yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Modern ini, sudah akan dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung. 
Namun, negara kalah cepat. Samadikun pun keburu menghilang dari Tanah Air.  Dua pekan lalu, saat ditangkap, Samadikun tengah kedapatan hendak menonton pertandingan F1 di Shanghai, China. 
Menengok kilas balik cerita penangkapan penjahat kerah putih kelas kakap itu, ada bahagia dan sedih berbaur menjadi satu. Bahagia karena akhirnya satu dari sekian banyak buronan kakap berhasil ditangkap.
Tapi kesedihan muncul karena nyatanya masih berderet nama koruptor kakap lain yang hingga kini masih melenggang bebas di atas bumi dengan dana negeri bernilai triliunan di genggaman mereka. Dan,  nyatanya tak mudah menyeret mereka kembali ke ranah hukum Indonesia.
Semoga saja penangkapan kali ini dapat menjadi semangat dan motivasi baru bagi seluruh aparat di negeri ini. Bahwa hukum adalah panglima dan penegakan atas aturan yang ada harus dilakukan. 

Zaenuddin Amin
Pejompongan, Jakarta Pusat

Mudah Mengukur Hasil Kinerja
Banjir kembali menyergap Jakarta. Hujan besar yang terjadi beberapa hari pada pekan lalu, dikabarkan mengakibatkan sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam air. 
Memang yang terjadi pekan lalu itu tidaklah sehebat rendaman yang terjadi pada 2007. Hanya paling tidak, warga Ibu Kota, yang selama ini dilenakan dengan jargon “genangan” menyadari, betapa sebenarnya ancaman yang ada belum berubah. 
Banjir tetap menjadi masalah di kota megapolitan ini, yang tentu menghantui warganya. Dan, dari fakta yang terungkap itulah,  hendaknya otoritas Jakarta Raya lebih membuka diri. Untuk mau berbenah secara sungguh-sungguh. Ketimbang hanya berkutat dengan pernyataan-pernyataan yang menghebohkan atau memancing kontroversial.
Sebab warga Jakarta sejatinya sudah sangat bosan dengan janji-janji. Jika kinerja aparat dalam mendorong perbaikan bagi kehidupan warga Ibu Kota tak kunjung terjadi, di era demokrasi seperti ini, akibatnya akan sangat mudah diukur dan terlihat. 

Sukarna
Pela Mampang, Jakarta Selatan

Masih Harus Sabar
Di tengah terus menggilanya himpitan ekonomi yang terjadi di negeri ini, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yaitu BI Rate diketahui sudah turun 3 kali sejak awal tahun ini. Yakni, sebanyak 0,75% menjadi 6,75%. Lantas apakah pengaruh signifikan kebijakan tersebut bagi masyarakat? 
Tentunya masyarakat Indonesia banyak menaruh harapan. Termasuk harapan terhadap dunia perbankan untuk segera menurunkan bunga kreditnya.  Namun menengok sejumlah pemberitaan terkait itu, agaknya kami warga masyarakat harus lebih panjang mengulur tali harapan. 
Pasalnya, pihak Bank Negara Indonesia (BNI), lewat  Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budimarmo, justru menjelaskan, pihaknya selalu menyesuaikan suku bunga dengan kondisi makro ekonomi, khususnya BI rate. BNI belum akan menurunkan suku bunga kredit dalam waktu dekat, sebab selain menunggu penurunan BI rate, bank tersebut juga menanti pemangkasan special rate bunga deposito. 
Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun agaknya bersikap setali tiga uang. Pihak perusahaan lewat Hari Siaga mengatakan, BRI mengantisipasi perubahan BI rate dengan terus mengurangi porsi deposito. Peluang penurunan bunga kredit semakin sulit lantaran bankir yakin BI rate masih bakal tetap. 
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, salah satu pertimbangan Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan adalah faktor likuiditas. Nah, di awal tahun ini, permintaan likuiditas tinggi untuk membiayai infrastruktur. 
Jadi inti yang terlihat adalah, para bankir cenderung masih menahan penurunan bunga kredit. Kendati, BI rate sudah susut 25 basis poin (bps) menjadi 7,25% pada 14 Januari 2016 lalu. Maka, sebagai warga negeri ini, agaknya saya harus ikut mengulur dulu tali kesabaran.

Budianto
Gandaria, Jakarta Selatan

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 17/05/2019 15:30 WIB

Inalum Incar Kerja Sama Dengan Huayou

PT Inalum menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Money 17/05/2019 14:38 WIB

BI dan KSEI Teken Perjanjian Penyelesaian Transaksi SBK

SBK (dahulu disebut Commercial Paper) adalah sumber pendanaan jangka pendek non perbankan.

Business 17/05/2019 13:58 WIB

Utang Luar Negeri Triwulan I 2019 Tumbuh 7,9%

ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2019 tercatat sebesar 387,6 miliar dolar AS yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 190,5 miliar dolar AS, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar…

Business 17/05/2019 12:48 WIB

Penyesuaian TBA Tiket Pesawat Berlaku Mulai Sabtu Besok

Penurunan Tarif Batas Atas (TBA) sebanyak 12 – 16 persen, sudah memperhatikan faktor-faktor substansial seperti keselamatan dan keamanan.

Business 17/05/2019 11:45 WIB

Menteri Jonan Bahas Blok Masela dengan Inpex

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganius Jonan kembali bertemu dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Kamis (16/5).

Business 17/05/2019 11:15 WIB

Inalum Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Industri Logam di China

Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke China untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam China guna mempercepat hilirisasi industri tambang.

Business 17/05/2019 10:45 WIB

Pasokan BBM Jalur Mudik Lintas Jawa Dipastikan Aman

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina (Persero) melakukan pemantauan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung…

Business 17/05/2019 10:15 WIB

Kinerja APBN Hingga April Masih Aman

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang melemah, kebijakan countercyclical yang diambil Pemerintah dalam pengelolaan fiskal mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan capaian…

Business 17/05/2019 09:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

Gejolak ekonomi global belakangan ini diprediksi bakal memukul banyak negara. Pertumbuhan ekonomi yang diharapkan lebih baik kemungkinan akan tersendat.

Business 17/05/2019 09:15 WIB

Kemenperin Bidik Investasi Elektronika Rp1,3 Triliun

Kementerian Perindustrian terus membidik investasi di sektor industri elektronika dan telematika.