Kamis, 19 September 2019 | Jakarta, Indonesia

Surat Pembaca Edisi 34-V

Zaenuddin Amin, Sukarna Dan Budianto

Senin, 25 April 2016 - 22:14 WIB

Illustrasi
Illustrasi
A A A

Bahagia dan Sedih Jadi Satu

Baru setelah sepekan sejak otoritas negeri menyampaikan keberhasilannya membekuk terpidana kasus penyalahgunaan dana BLBI, Samadikun Hartono, buronan tersebut baru bisa kembali diseret ke Tanah Air.

Samadikun sendiri meninggalkan Indonesia sejak 2003. Kala itu, sejatinya terpidana 4 tahun kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp 169,4 miliar, yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Modern ini, sudah akan dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung. 
Namun, negara kalah cepat. Samadikun pun keburu menghilang dari Tanah Air.  Dua pekan lalu, saat ditangkap, Samadikun tengah kedapatan hendak menonton pertandingan F1 di Shanghai, China. 
Menengok kilas balik cerita penangkapan penjahat kerah putih kelas kakap itu, ada bahagia dan sedih berbaur menjadi satu. Bahagia karena akhirnya satu dari sekian banyak buronan kakap berhasil ditangkap.
Tapi kesedihan muncul karena nyatanya masih berderet nama koruptor kakap lain yang hingga kini masih melenggang bebas di atas bumi dengan dana negeri bernilai triliunan di genggaman mereka. Dan,  nyatanya tak mudah menyeret mereka kembali ke ranah hukum Indonesia.
Semoga saja penangkapan kali ini dapat menjadi semangat dan motivasi baru bagi seluruh aparat di negeri ini. Bahwa hukum adalah panglima dan penegakan atas aturan yang ada harus dilakukan. 

Zaenuddin Amin
Pejompongan, Jakarta Pusat

Mudah Mengukur Hasil Kinerja
Banjir kembali menyergap Jakarta. Hujan besar yang terjadi beberapa hari pada pekan lalu, dikabarkan mengakibatkan sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam air. 
Memang yang terjadi pekan lalu itu tidaklah sehebat rendaman yang terjadi pada 2007. Hanya paling tidak, warga Ibu Kota, yang selama ini dilenakan dengan jargon “genangan” menyadari, betapa sebenarnya ancaman yang ada belum berubah. 
Banjir tetap menjadi masalah di kota megapolitan ini, yang tentu menghantui warganya. Dan, dari fakta yang terungkap itulah,  hendaknya otoritas Jakarta Raya lebih membuka diri. Untuk mau berbenah secara sungguh-sungguh. Ketimbang hanya berkutat dengan pernyataan-pernyataan yang menghebohkan atau memancing kontroversial.
Sebab warga Jakarta sejatinya sudah sangat bosan dengan janji-janji. Jika kinerja aparat dalam mendorong perbaikan bagi kehidupan warga Ibu Kota tak kunjung terjadi, di era demokrasi seperti ini, akibatnya akan sangat mudah diukur dan terlihat. 

Sukarna
Pela Mampang, Jakarta Selatan

Masih Harus Sabar
Di tengah terus menggilanya himpitan ekonomi yang terjadi di negeri ini, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yaitu BI Rate diketahui sudah turun 3 kali sejak awal tahun ini. Yakni, sebanyak 0,75% menjadi 6,75%. Lantas apakah pengaruh signifikan kebijakan tersebut bagi masyarakat? 
Tentunya masyarakat Indonesia banyak menaruh harapan. Termasuk harapan terhadap dunia perbankan untuk segera menurunkan bunga kreditnya.  Namun menengok sejumlah pemberitaan terkait itu, agaknya kami warga masyarakat harus lebih panjang mengulur tali harapan. 
Pasalnya, pihak Bank Negara Indonesia (BNI), lewat  Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budimarmo, justru menjelaskan, pihaknya selalu menyesuaikan suku bunga dengan kondisi makro ekonomi, khususnya BI rate. BNI belum akan menurunkan suku bunga kredit dalam waktu dekat, sebab selain menunggu penurunan BI rate, bank tersebut juga menanti pemangkasan special rate bunga deposito. 
Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun agaknya bersikap setali tiga uang. Pihak perusahaan lewat Hari Siaga mengatakan, BRI mengantisipasi perubahan BI rate dengan terus mengurangi porsi deposito. Peluang penurunan bunga kredit semakin sulit lantaran bankir yakin BI rate masih bakal tetap. 
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, salah satu pertimbangan Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan adalah faktor likuiditas. Nah, di awal tahun ini, permintaan likuiditas tinggi untuk membiayai infrastruktur. 
Jadi inti yang terlihat adalah, para bankir cenderung masih menahan penurunan bunga kredit. Kendati, BI rate sudah susut 25 basis poin (bps) menjadi 7,25% pada 14 Januari 2016 lalu. Maka, sebagai warga negeri ini, agaknya saya harus ikut mengulur dulu tali kesabaran.

Budianto
Gandaria, Jakarta Selatan

Tag

  1. mailbox

COMMENTS

OTHER NEWS

Business 29/07/2019 09:50 WIB

Ban Vulkanisir Akan Terkena Wajib SNI

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi yang baik atau good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir.

Business 26/07/2019 09:33 WIB

Indonesia dan Uni Emirat Arab Sepakat Kembangkan Sektor Industri

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong…

Business 25/07/2019 16:46 WIB

Pemerintah Targetkan 293.533 Sambungan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga

Pemerintah targetkan 293.533 sambungan jaringan gas untuk rumah di 54 kabupaten/kota pada 2020. Pemerintah menganggarkan Rp3,2 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas…

Business 25/07/2019 14:29 WIB

Wapres Minta Pemda Jaga Inflasi

Ia menekankan bahwa Pemerintah bersama Bank Indonesia akan konsisten melanjutkan upaya pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Business 25/07/2019 12:01 WIB

Pertamina Jajaki Kerja Sama Bisnis Migas dengan ADNOC

Pertamina dan The Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada Rabu (24/7) menandatangani Comprehensive Strategic Framework (CSF) untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak…

Business 25/07/2019 11:15 WIB

Pemerintah Akan Berikan Insentif Untuk Kendaraan Listrik

Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada para pelaku industri otomotif. Salah satunya adalah menyediakan insentif fiskal untuk pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Business 25/07/2019 10:34 WIB

Pemerintah Pantau Wabah Gugur Daun Karet

Pemerintah terus memantau mengenai mewabahnya penyakit gugur daun karet yang disebabkan oleh cendawan Pestalotiopsis sp.

Global 25/07/2019 09:41 WIB

Facebook Didenda USD 5 Miliar

Facebook Inc. setuju untuk membayar denda USD5 miliar terkait pelanggaran privasi para penggunanya.

Global 25/07/2019 09:10 WIB

Alibaba Rangkul Pebisnis AS

Di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China, Alibaba.com justru memulai program yang dapat membantu bisnis kecil dan menengah AS (UKM) menjadi besar.

Global 25/07/2019 08:55 WIB

China Arahkan Kebijakan Fiskal yang Proaktif untuk Jaga Pertumbuhan

Untuk mendorong investasi dan memacu konsumsi, Pemerintah China sepanjang tahun ini akan memangkas pajak dan mengurangi biaya-biaya sebesar 2 triliun yuan. Hingga Juni 2019, realisasinya telah mencapai…