Selasa, 23 Juli 2019 | Jakarta, Indonesia

Bergaji Termahal

Sri Wulandari

Senin, 02 Mei 2016 - 20:50 WIB

Riset
Riset
A A A

Ketika Larry Ellison, pendiri Oracle mengundurkan diri sebagai CEO Oracle, maka yang dianggap pantas sebagai penggantinya adalah Catz. Dia pun menjadi CEO dengan gaji termahal sedunia.

Nama Safra A. Catz bergaung cukup kencang di negaranya. Betapa tidak, wanita kelahiran Holon, Israel pada 1 Desember 1961 ini dinobatkan sebagai wanita bergaji termahal di negaranya. CEO dari perusahaan teknologi terbesar Database Management System, Oracle, yang bermarkas di California, AS ini, hampir tiap tahun berada di posisi puncak wanita bergaji besar. 

Menurut CNNMoney, Catz  bergaji dengan bayaran yang fantastis, yakni  mencapai US$ 53,2 juta atau setara Rp 72,7 miliar per tahun (kurs Rp13.065 per  dolar AS). Dari hasil yang didapatkan itu, Catz mendapatkan uang tunai sebesar US$ 971.000 dan dividen mencapai US$ 52,3 juta. Catz  pun menjadi wanita eksekutif dengan pendapatan dan kompensasi paling tajir sedunia atas posisinya.

Peraih gelar sarjana dari Wharton School of University of Pennsylvania pada 1983 dan JD dari University of Pennsylvania Law School pada 1986 ini bergabung ke Oracle Corporation pada April 1999. Sebelumnya, selepas kuliah dia bekerja sebagai seorang bankir di Donaldson, Lufkin & Jenrette pada 1986. Catz menjabat sebagai Managing Director di bank tersebut dari 1997 hingga 1999.

Di Oracle, kariernya melejit cepat berkat prestasinya. Asal tahu saja, Oracle Corporation telah mengakuisisi lebih dari 57 perusahaan selama perjalanan perusahaan. Salah satu nilai akuisisi yang paling fantastis adalah ketika perusahaan membeli PeopleSoft pada tahun 2005 senilai US$ 10,3 miliar. Peran Catz sangatlah besar di sini. Dialah yang mendorong agar Oracle mau mengakuisisi PeopleSoft.

Selain PeopleSoft, Oracle juga membeli Sun Microsystems senilai US$ 7,4 milyar, dan Phase Forward dengan harga US$ 685 juta. Saat ini Oracle memiliki pelanggan sebanyak 345.000 di seluruh dunia, dengan mitra lebih dari 21.000 mitra. Pada April 2011, dia dinobatkan menjadi Co President dan Chief Financial Officer.

Pada tahun itu pula  menjadi wanita dengan bayaran tertinggi di antara perusahaan dengan total renumerasi hampir US$ 51,7 juta oleh Majalah Fortune. Catz yang sempat menjadi direktur HSBC Group sejak Mei 2008 itu dinobatkan Fortune sebagai 12 wanita paling berpengaruh dalam bisnis. Pada 2009 dia juga oleh mendapatkan peringkat 16 wanita paling kuat dalam bisnis.

SENGKETA DENGAN GOOGLE

Jangan heran, bila pada 2014 ketika Larry Ellison, pendiri Oracle mengundurkan diri sebagai CEO Oracle, maka yang dianggap pantas sebagai penggantinya adalah Catz. Meski mundur dari CEO, tapi Ellison masih tetap menjabat sebagai Chief Technology Officer di Oracle. Tentu saja, perempuan yang pindah dari Israel ke Brookline, Massachusetts pada usia 6 tahun  dan lulus dari Brookline High School ini tak menampik kursi empuk pimpinan Oracle. Dia menerima tanggung jawab tersebut.

“Saya sangat senang dengan jabatan ini,” kata istri dari Gal Tirosh dan memiliki dua anak ini.  Meski demikan, Catz mengaku dia mau menerima karena Ellison masih berada di Oracle untuk mengawasinya. “Saya tidak ingin menjalankan Oracle sendirian. Saya percaya Ellison masih akan ada di sini, sebagai CEO tentu banyak tanggung jawab sekaligus kesenangan yang kita dapat,” sambung dia.

Akan halnya Ellison menilai, Catz adalah eksekutif yang luar biasa yang telah berulang kali menunjukkan kemampuannya untuk memimpin, mengelola dan mengembangkan perusahaan. “Direksi sangat gembira bahwa yang terbaik tim eksekutif senior industri akan terus bergerak perusahaan ke depan ke masa depan yang cerah. Catz akan menjalankan operasi  menangani bagian keuangan, legal, serta merger dan akuisisi di Oracle,” kata Ellison.

Bukan cuma itu saja yang dilimpahkan Ellison kepada Catz, tetapi juga menyangkut kasus hukum yang tengah membelit mereka. Pada tahun 2010, Oracle menggugat Google karena menggunakan Java APIs dalam sistem Android mereka tanpa persetujuan. Ini adalah salah satu dari beberapa konflik legal dimana Oracle terlibat.

Pada 15 April 2016 lalu, Catz mewakili Oracle melakukan perundingan dengan CEO Google Sundar Pichai. Hampir enam jam mereka berunding untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun perundingan gagal, karena Google tetap menolak mengganti rugi karena menggunakan bagian-bagian tertentu dari perangkat lunak Oracle dalam sistem operasi smartphone, Android.

Pihak Oracle meminta ganti rugi sekitar US$ 9,3 miliar atas penggunaan kode Java di Android tanpa lisensi. Angka tersebut berasal dari ganti rugi langsung sebesar US$ 475 juta ditambah US$ 8,83 miliar bagian Oracle atas keuntungan Google sebesar US$ 22 miliar dari iklan dan aplikasi Android. Pihak Google sendiri menolak perhitungan tersebut. Google menilai bahwa kode program tidak bisa dipatenkan serta menilai bahwa kerugian Oracle tidak sampai ratusan juta dolar.

Karena kesepakatan tidak dapat dibuat, tahap berikutnya dari kasus ini akan lanjut ke pengadilan pada bulan Mei nanti, di mana juri akan memutuskan apakah Google memiliki hak untuk menggunakan bagian-bagian tertentu dari bahasa pemrograman Oracle, Java, gratis, atau harus membayar Oracle sebagai bentuk ganti rugi. Ini adalah kedua kalinya bahwa kedua perusahaan mencoba dan gagal untuk mencapai penyelesaian.

Tag

  1. profil

COMMENTS

OTHER NEWS

Global 51 menit yang lalu

Langgar Data Penduduk, Equifax Didenda USD700 Juta

Di Amerika Serikat, lembaga kredit Equifax harus membayar sedikitnya USD650 juta hingga USD700 juta karena mengekspose data kependudukan dari 148 juta orang.

Business 1 jam yang lalu

Bappebti Hentikan Seminar Ilegal di Jogja

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan didampingi Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Polda Yogyakarta menghentikan acara seminar yang tidak memiliki…

Business 2 jam yang lalu

Ekspor TPT Tahun Ini Ditargetkan USD15 Miliar

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat  menembus USD15 Miliar

Business 16 jam yang lalu

Kemenperin Usulkan Empat Strategi untuk TPT

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan empat strategi untuk memacu industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Business 17 jam yang lalu

Stainless Steel Indonesia Kena Bea Anti Dumping di China

China akan mengenakan bea impor baru bagi berbagai produk stainless steel dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Hal ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China sebagai tanggapan atas…

Business 18 jam yang lalu

Kontrak Kerja Sama WK Corridor Diperpanjang

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split.

Business 20 jam yang lalu

Pertamina Libatkan Tim Asal AS Tangani Kebocoran Sumur Migas

Pertamina melibatkan berbagai pihak yang kredibel, kompeten dan berpengalaman dalam menangani munculnya gelembung gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java…

Business 21 jam yang lalu

Pemerintah Akan Lelang 7 Ruas Jalan Tol Senilai Rp151,13 Triliun

Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan tol dengan mendorong pendanaan dari investasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan jalan tol diperlukan…

Business 24 jam yang lalu

Pegatron Mulai Operasikan Pabriknya di Batam

Pegatron telah menambah investasi sebesar USD40 juta untuk membangun pabrik di Batam.

Business 22/07/2019 09:59 WIB

Runway 3 Bandara Soetta Siap Beroperasi Pertengahan Agustus

Secara teknis Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) siap beroperasi pada pertengahan Agustus 2019.